Banyak EWS Dirusak Warga, BMKG Pastikan Bukan Alat Deteksi Gempa dan Tsunami

loading…

BANDUNGBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Bandung memastikan semua alat early warning system (EWS) gempa dan tsunami berfungsi dengan baik dan dalam keadaan aktif.

“Tidak ada peralatan EWS kami yang tidak aktif. Semua dalam keadaan on (menyala),” kata Kepala BMKG Stasiun Bandung Teguh Rahayu atau Ayu, di Bandung, Kamis (4/11/2021).

Hal itu disampaikan Teguh menanggapi adanya beberapa alat EWS pendeteksi pergerakan tanah milik BPBD Tasikmalaya yang dirusak warga. Warga menilai, alat tersebut menggangu karena sering mengeluarkan suara sirine.

Lebih lanjut Ayu mengatakan, pihaknya memiliki alat yang berfungsi monitor setiap EWS mendeteksi gempa bumi dan tsunami. Sehingga jika ada alat yang tidak aktif, pihaknya langsung menindaklanjutinya.

Diketahui, BMKG secara rutin menyampaikan laporan kejadian gempa bumi di Jawa Barat. Terkahir, BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat 45 kali gempabumi telah mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama bulan Oktober 2021. Baca: Apes! Bak Spiderman Maling Lompati Ruko Jatuh Nyaris Tewas Dikeroyok.

Dari peta distribusi episenter gempabumi periode bulan Oktober 2021, terlihat 33 kejadian gempabumi terjadi dilaut dan tersebar di selatan Pulau Jawa, sebagai akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia. Sedangkan 12 gempabumi terjadi didarat dengan kedalaman dangkal sebagai aktivitas sesar lokal.

Kejadian gempabumi terjadi dengan kedalaman yang bervariasi pada rentang 3 hingga 271 km. Sedangkan untuk magnitudo gempabumi terbesar yang tercatat adalah 4,9 dan Magnitudo terkecil yang tercatat adalah 2,3. Baca Juga: Miris! Puluhan Siswa SD Bertaruh Nyawa Seberangi Laut Demi Ujian Komputer.

(nag)

Sumber : Banyak EWS Dirusak Warga, BMKG Pastikan Bukan Alat Deteksi Gempa dan Tsunami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.