Cegah bumi rusak, BPVP Kendari-KLHK kerja sama pelatihan refrigerasi

Kerja  sama tersebut dalam upaya mendukung Pemerintah Indonesia mengendalikan penggunaan Bahan Perusak Ozon (BPO) yang banyak digunakan pada sektor teknisi refrigerasi dan AC

Kendari (ABPEDNEWS) – Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kendari bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (LHK) bekerja sama menggelar pelatihan bidang refrigerasi dan air conditioning (AC) guna mencegah kerusakan bumi.

Kepala BPVP Kendari La Ode Haji Polondu dalam keterangan di Kendari, Senin mengatakan kerja  sama tersebut dalam upaya mendukung Pemerintah Indonesia mengendalikan penggunaan Bahan Perusak Ozon (BPO) yang banyak digunakan pada sektor teknisi refrigerasi dan AC.

“Kerja sama ini sebagai upaya kita dalam menjaga bumi dari perubahan iklim dan penipisan lapisan ozon agar bisa diwariskan kepada generasi muda kita untuk tetap berkarya di masa produktif mereka maupun bagi anak cucu kita kelak,” katanya.

Penandatanganan kerja sama dilakukan dalam momentum peringatan Hari Ozon Sedunia 2022 dengan tema “Montreal Protocol – Global Cooperation Protecting Life on Earth” yang dilaksanakan di Jakarta.

Mantan Kepala Bagian Rumah Tangga Kemenaker itu menyebut bahwa pihaknya telah menjalankan isi dari perjanjian itu sebagaimana Peraturan Menteri KLHK Nomor P.73/Menlhk/Setjen/Kum.1/10/2019 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dan Sertifikasi Kompetensi Kerja Bagi Teknisi Refrigerasi dan Teknisi Tata Udara pada 18 Oktober 2021.

“Momentum ini merupakan semangat baru bagi kami untuk memelihara bumi dan menjaganya sehingga mampu menekan perubahan iklim dan penipisan lapisan ozon melalui peningkatan kompetensi Instruktur Teknisi Refrigerasi dan Teknisi Tata Udara,” katanya

Menteri LHK Siti Nurbaya mengatakan kerja sama itu untuk mencetak teknisi-teknisi refrigerasi dan AC yang kompeten dalam upaya pemeliharaan bumi dari perubahan iklim dan penipisan lapisan ozon.

“Hal itu penting, sebab teknisi AC yang kompeten akan menjamin praktik pemeliharaan yang baik (good servicing practices) karena tidak melepas refrigeran ke lingkungan,” katanya.

Ia berharap jika momentum Hari Ozon Sedunia tahun 2022 ini, dapat menjadi semangat baru bagi semua untuk terus merefleksikan diri dalam upaya menekan dampak perubahan iklim melalui pengurangan konsumsi HFC.

“Tentunya melalui kerjasama lintas sektor sebagaimana yang telah kita lakukan di masa sebelumnya dan saat ini yaitu penghapusan Kloroflorokarbon (CFC) dan penghapusan Hidrokloroflorokarbon (HCFC),” katanya

Ia menambahkan, peringatan Hari Ozon Sedunia merupakan momen untuk mengingatkan jika bumi perlu dilindungi dari ancaman perubahan iklim dan penipisan lapisan ozon melalui kolaborasi aktif dan kerja sama semua pihak.

“Saat ini dampak dari implementasi Protokol Montreal telah meluas hingga ke ranah perubahan iklim. Atas hal ini, maka diperlukan, aksi kolaborasi, kemitraan, dan kerjasama global untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan melindungi bumi bagi generasi mendatang,” kata Siti Nurbaya.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Dirjen Bina Lavotas) Budi Hartawan diwakili Sekretaris Dirjen Bina Lavotas Kemenaker, Heri Budoyo, menyebut kolaborasi antara pihaknya dan KLHK dalam menciptakan sumberdaya manusia mumpuni terutama Teknisi Pendingin dan Tata Udara, dapat menjadi ujung tombak menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik dan hal itu sangatlah dibutuhkan.

“Saya yakin, pelatihan vokasi bisa menjadi solusi untuk percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja terampil terutama tenaga kerja operator dan teknisi refrigeran AC dan refrigeran lainnya untuk membantu pemeliharaan bumi,” katanya.

Ia berharap semua pihak untuk lebih siap dan sinergi dalam menghadapi tantangan dan perubahan yang terjadi secara cepat, utamanya menghadapi kerusakan lingkungan yang akhir-akhir ini menjadi isu dan kepedulian dunia.

“Semoga kolaborasi yang kita lakukan dapat memberikan manfaat dan dampak yang luas bukan hanya untuk Kemnaker, KLHK, dan peserta pelatihan, tetapi juga bagi lingkungan kita dan juga generasi mendatang,” kata dia.

BPVP Kendari merupakan satu dari sembilan BPVP yang melakukan kerja sama dengan KLHK, di antaranya BBPVP Medan, BPVP Samarinda, BPVP Aceh, BPVP Padang, BPVP Ambon, BPVP Ternate, BPVP Sidoarjo, dan BPVP Sorong.

Baca juga: KLHK: RI kurangi bertahap Hidroflorokarbon penuhi Protokol Montreal

Baca juga: Teknisi AC bersertifikat diperbanyak guna lindungi ozon

Baca juga: KLHK: Pemerintah fokus penghapusan bahan perusak ozon HCFC-22

Sumber : Cegah bumi rusak, BPVP Kendari-KLHK kerja sama pelatihan refrigerasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.