Dinkes catat penambahan 19 kasus baru COVID-19 di Aceh

Banda Aceh (ABPEDNEWS) – Dinas Kesehatan Aceh mencatat penambahan kasus harian COVID-19 sebanyak 19 kasus baru pada Jumat ini, sehingga total selama pandemi di wilayah paling barat Indonesia itu mencapai 44.072 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Iman Murahman di Banda Aceh, mengatakan kasus baru tersebut umumnya sedang menjalani penanganan medis rumah sakit.

“Rata-rata mereka di Rumah Umum Daerah Sakit dr Zainoel Abidin dan Rumah Sakit Kesdam Iskandar Muda,” kata Iman Murahman.

Kasus baru per hari ini meliputi warga Banda Aceh tujuh orang, warga Sabang empat orang, warga Aceh Besar dan Pidie masing-masing dua orang dan satu orang warga Aceh Tenggara, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya dan Aceh Tamiang.

Baca juga: Pemkab Aceh Barat permudah anak usia sekolah terima vaksin COVID-19

“Per hari ini juga ada 15 kasus yang dinyatakan sembuh yaitu warga 11 orang warga Banda Aceh, dua orang warga Sabang serta warga Aceh Tamiang dan Aceh Barat masing-masing satu orang,” katanya.

Secara akumulatif, kata Iman, kasus COVID-19 di Aceh telah mencapai 44.072 kasus, di antaranya 41.760 kasus telah sembuh, 2.222 kasus meninggal dunia, dan kasus aktif sebanyak 90 kasus.

Menurut dia, dari 90 kasus aktif tersebut, umumnya menjalani isolasi mandiri di rumah. Hanya 26 kasus yang menjalani penanganan medis di rumah sakit yakni 24 orang di ruang isolasi dan dua orang di ruang ICU rumah sakit.

Kata Iman, pasien COVID-19 di RSUD Zainoel Abidin meliputi 17 orang di ruang isolasi dan satu orang di ruang ICU. Sementara di Rumah Sakit Kesdam sebanyak lima orang di ruang isolasi dan satu orang di ruang ICU, serta dua orang isolasi di Rumah Sakit Jiwa Aceh.

Angka kesembuhan COVID-19 di Aceh mencapai 94,75 persen, sementara angka kematian 5,04 persen, katanya.

Iman menjelaskan secara keseluruhan seluruh provinsi di Indonesia sudah berstatus level satu tingkat penyebaran COVID-19. Tidak ada lagi perbedaan level antara kabupaten/kota.

Kendati demikian pandemi belum berakhir. Masyarakat masih perlu mewaspadai penularan kasus di tengah masyarakat, baik dalam kerumunan, maupun saat perjalanan keluar daerah.

“Kasus-kasus ini memang penularan di keramaian ada, di rumah sakit ada, karena bolak balik perjalanan juga ada, sehingga warga perlu diwaspadai,” kata Iman.*

Baca juga: Seluruh jamaah haji Aceh kloter satu dinyatakan negatif COVID-19

Sumber : Dinkes catat penambahan 19 kasus baru COVID-19 di Aceh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.