Periset: Indonesia perlu melakukan diversifikasi bahan bakar nabati

kita mendorong pengembangan biofuel yang tidak berbasis pangan, seperti jarak, nyamplung pasti punya harga yang cenderung stabil

Jakarta (ABPEDNEWS) – Pemerintah Indonesia perlu melakukan diversifikasi bahan bakar nabati (BBN) dengan memilih bahan baku yang tidak bersinggungan dengan pangan supaya harga BBN lebih stabil.

Manajer Riset dan Pengembangan Koaksi Indonesia Azis Kurniawan dalam diskusi bertajuk Dinamika Diskursus Bahan Bakar Nabati yang dipantau di Jakarta, Kamis, menyebutkan pihaknya tidak ingin para ibu rumah tangga antre mendapatkan minyak goreng.

“Kita tidak mau terulang emak-emak mengantre, beratus-ratus orang antre mendapatkan minyak goreng, pasti kita tidak mau ini terulang. Sedikit banyak biodiesel ambil bagian dalam proses itu,” ujarnya.

Aziz menuturkan bahan bakar nabati jangan hanya berasal dari kelapa sawit, tetapi juga tanaman-tanaman lain yang non-edible dan tidak berkompetisi dengan pangan, seperti jarak dan nyamplung.

Baca juga: Riset: Bahan bakar nabati salah satu strategi kurangi emisi karbon

Apabila bahan baku biofuel diambil dari komoditas pangan maka harganya lebih berfluktuasi mengikuti harga pangan dan kondisi geopolitik global.

Meski bahan bakar nabati meski tergolong energi terbarukan, namun dari sisi harga berbeda dengan jenis energi terbarukan lainnya seperti surya, angin, dan air.

Harga panel surya, kincir angin, maupun pembuatan pembangkit listrik tenaga air cenderung menurun atau mirip dalam waktu beberapa tahun terakhir. Sedangkan, bahan baku biofuel yang bisa dikonsumsi manusia cenderung mengalami peningkatan harga.

Bila mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional, maka diversifikasi mendapatkan penekanan khusus dengan mengacu kepada potensi daerah dan kondisi geografis.

Biofuel fluktuatif, jadi harganya mengikuti harga pangan. Ini akibat berkompetisi secara harganya lebih mengikuti harga pangan. Jadi, kita mendorong pengembangan biofuel yang tidak berbasis pangan, seperti jarak, nyamplung pasti punya harga yang cenderung stabil,” terang Aziz.

Baca juga: RI dorong biofuel demi capai transisi energi yang adil dan merata

Sumber : Periset: Indonesia perlu melakukan diversifikasi bahan bakar nabati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.